Langsung ke konten utama

Gemar Membaca Buku


Haloha!
Gimana nih kabarnya? Sehat - sehat ya. Jangan lupa pake masker tiap kali keluar rumah, Ok.

Mmm...kali ini aku pengen bahas tentang buku dan membaca ya. Kenapa Sal seneng banget sama buku? Kenapa sampe bela - belain nyisihin duit biar sebulan sekali bisa beli buku? Kenapa hobi banget baca? Bahkan diam - diam suka banget cium bau kertas yang ada di buku? Hah, Sal kelainan ya.

Eits, ya nggak dong. Itu semuaa jawabannya termuat pada gambar di atas. Gara - gara tu buku, aku jadi gila baca sampe sekarang. So mad about it.

Awalnya adalah di sela2 jamkos pelajaran atau jam istirahat pas sd. Dulu waktu aku masih kelas 6, kelas 6A yang jadi kelasku ini ruangannya di gabung sama perpus sekolah karena kekurangan tempat. Jadi kalo ditanya kelas yang paling rajin ke perpus? Ya jelas kelas 6A lah wkwkwk. Pagi baru dateng, langsung ke lantai 2 masuk perpus, ya itu masuk ke kelas 6A namanya hehe dan berlangsung begitu terus sampe aku lulus. Seru, seneng banget malah. Yang paling nggak aku suka dengan keadaan begitu adalah bangku sekolah yang kayak bangku les2an, lesehan dibawah gitu jadinya. Nggak cocok banget buat kelas akhir yang banyak tugas dan sering bimbel buat UASBN, dan sangat cocok buat sekedar baca buku atau main monopoli diem2.

Ok lanjut. Gara2 kelas dan perpus yang jadi satu ruangan, isenglah aku nelusurin buku2 yg ada di perpus dan bertemulah dengan buku di atas. Islamic rose books. Pertama baca aku langsung jatuh hati dengan karakter Rose, Arizona dan kisahnya. Udah gitu aja aku nggak mau spoiler hehe. Pokoknya kalo udah baca itu jadi lupa kalo punya janji sama bibi kantin buat beli lontong isi sambel kacang, atau bahkan lupa sama temen buat gantian jaga piket dokcil di UKS. Ah jadi inget lagi kan, kangeen.

Dari situ, aku jadi luv banget sama buku. Buku apa aja. Seringnya emang novel sih tapi buku komik, sejarah, biografi, edukomik, edukasi, sampe buku self motivation aku juga seneng. Pokoknya yang wujudnya buku dan bisa dibaca deh. Menurutku, baca banyak2 buku itu buka wawasan banget. Kamu jadi tau ini itu, yang tadinya nggak tau ini itu. Kamu jadi bisa berimajinasi, membayangkan tokoh yang ada di buku itu diri kamu sendiri, terus terbawa suasana yang ada di buku. Kayak punya dunianya sendiri hehe. 

Terus membaca itu bener2 bikin pikiranmu lebih terbuka, kalo kamu terlalu banyak punya batasan2 yang ada di pikiran sendiri. Misalnya gini, "Aku taunya kok gini ya, iya aku tau dari temanku, kata temannya juga begitu jadi aku percaya". Orang dengan kepercayaan 'katanya' ini, adalah awal aku menjalin pertemanan dengan orang - orang yang bikin aku sendiri dongkol setengah mati, dan aku paling nggak suka jadi orang yang begitu. Makannya aku lebih seneng cari tahu sendiri, sumbernya tahu sendiri jelas apa nggak, dan voila! Aku jadi nemu sendiri jawabannya, tentu saja dari buku yang aku baca. Bahkan seringkali, aku jadi dikasih informasi lebih banyak dari apa yang aku cari. Aku adalah anak sd yang senengnya susah sendiri emang. Dulu. Sampe sekarang juga gitu sih.

Masalah suka nyium bau kertas dari buku, itu kalo bukunya masih baru, kalo udah lama kan baunya nggak enak. 

Ohya ada lagi, aku juga hobi banget baca ulang buku yang udah pernah dibaca, bahkan ada yang bukunya sampe kumel, kertasnya udah kuning berjamur, aku baca ulang2 sampe hafal tokoh dan alur kejadiannya. Kalian ada yang begini juga?

Yah memang aku juga sering bertemu dengan orang yang tidak begitu minat membaca buku. Aku hargai itu. Karena hobi lain juga pastinya sangat beragam tho. Tapi kamu nggak bakal rugi kalo hobi baca buku. Asal jangan buku telepon kamu baca, apalagi buku nikah. Yhaaa. (Maap2 nih, yang terakhir Sal jelas BELUM punya).

Siang - siang minum es campur
Jogja lagi puanas pollur

Sal.

Nb : Kawan, kalo kalian punya kenalan yang jual baru ataupun bekas buku ORI Islamic Rose Books (NGGAK NERIMA BUKU BAJAKAN/KW), ataupun kalian sendiri, tolong banget hubungi Sal ya. Komen di blog Sal boleh, mampir ke email juga boleh. Dm instagram apalagi boleh banget ke @niswasal ok. Soalnya lagi nyari banget nih kalo bisa sepaket 4 buku kayak gitu. Thank you.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barangkali, Ini Baik Untukmu #bijakbestari

Setiap badai yang hadir menerjang kehidupan pasti ada hikmah yang bisa kita petik. Masalah-masalah yang muncul tak serta merta datang bukanlah tanpa alasan. Mungkin kita tidak tahu apa maksud dibalik adanya masalah ini, namun, barangkali, ini baik untuk kita. Itulah sebabnya Allah membatasi perihal gaib pada kehidupan manusia. Kita senantiasa 'dipaksa' hanya untuk berprasangka baik kepada Allah. Sulit? Jelas, kita hanyalah manusia yang akal dan daya jangkau waktunya terbatas. Kita maunya cepat rampung, namun hanya bisa memprediksi, mengira-ngira, merasakan sesuatu yang belum tentu itu yang terjadi. Bisa jadi kita membenci sesuatu yang ternyata baik untuk kita, sebaliknya, boleh jadi kita mencintai sesuatu yang ternyata buruk buat kita. Kita nggak pernah tahu hal-hal itu. Lalu, bagimana dengan kalimat, "Allah sesuai dengan prasangka hambaNya?" Ini juga benar. Prasangka adalah sesuatu yang selama ini kita pikirkan sadar ataupun tanpa sadar dan bisa saja di tengah-tenga...

Resensi novel "Sang Pangeran dan Janissary Terakhir"

Novel fiksi-sejarah buah karya Ustadz Salim A.Fillah dengan 631 halaman ini menceritakan sebuah perang paling berdarah di Nusantara yang terjadi berturut-turut pada tahun 1825-1830 M, ialah Perang Sabil atau sering disebut Perang Diponegoro. Awal tercetusnya Perang Sabil ini terjadi pada hari Rabu, 5 Dzulhijjah 1240 Hijriah, oleh pasukan Hussar Kavaleri Belanda yang menyerang Puri Tegalrejo, sebuah pendapa kediaman Sultan Kanjeng Pangeran Diponegoro. Kejadian perang tersebut berhubungan dengan perintah Daulah Utsmani Turki yang menyarankan agar orang timur yang melanjutkan perjuangan jihad melawan kaum kafir Eropa yang sedang menjajah. Orang timur yang dimaksud ialah Nusantara. Juga dikarenakan hutang sejarah yang dimiliki oleh Kesultanan Turki Utsmani kepada Nusantara yakni mengenai perdagangan rempah oleh Pasar Konstantinopel yang terbilang lebih mahal dibandingkan langsung dari pusatnya negeri rempah-rempah. Selain rempah, semangat orang Eropa untuk menyebarkan agama Kristen yang da...

Setelah 5 Tahun Berjuang, Apa Selanjutnya? JejakFisio#3

Aku memulai tulisan ini dengan, Selamat, Salsa sudah bertahan🫵 Jujur aja, lima tahun ini aku sangat tidak berekspektasi akan bertahan di Fisioterapi. Sambil menyelam minum air, aku bekerja sebagai Fisioterapis yang juga sambil memantau pendidikan adik2. Pagi sampai siang praktek, sore sampai malam jemput sekolah dan nge-tutor tugas ujian sekolah dua adik, begitu selama 5 tahun, and it's truly hard. Otakku ngebul, badanku remuk. Belum lagi, sangat diluar ekspektasi, tiba2 aku dipilih untuk me -manage tim terapis di klinik, atau aku sebut saja Apotek. Iya, aku bekerja selama 4 tahun ini (diluar 1 tahun visit) di salah satu Apotek yang perkembangannya sebenernya udah bisa dibilang kayak klinik. Tim ku, Fisioterapis, Okupasi Terapis, dan Akupunkturis, dimana aku ketua tim padahal aku baru lulusan D3. Aku harus memantau kondisi pasien yang kita tangani, promosi, juga mengatur kerjasama tim terapis dengan sekolah. Sampai sekarang alhamdulillah total ada 3 sekolah yang beke...