Langsung ke konten utama

Postingan

Pembelajar Sejati

Postingan terbaru

Setelah 5 Tahun Berjuang, Apa Selanjutnya? JejakFisio#3

Aku memulai tulisan ini dengan, Selamat, Salsa sudah bertahan🫵 Jujur aja, lima tahun ini aku sangat tidak berekspektasi akan bertahan di Fisioterapi. Sambil menyelam minum air, aku bekerja sebagai Fisioterapis yang juga sambil memantau pendidikan adik2. Pagi sampai siang praktek, sore sampai malam jemput sekolah dan nge-tutor tugas ujian sekolah dua adik, begitu selama 5 tahun, and it's truly hard. Otakku ngebul, badanku remuk. Belum lagi, sangat diluar ekspektasi, tiba2 aku dipilih untuk me -manage tim terapis di klinik, atau aku sebut saja Apotek. Iya, aku bekerja selama 4 tahun ini (diluar 1 tahun visit) di salah satu Apotek yang perkembangannya sebenernya udah bisa dibilang kayak klinik. Tim ku, Fisioterapis, Okupasi Terapis, dan Akupunkturis, dimana aku ketua tim padahal aku baru lulusan D3. Aku harus memantau kondisi pasien yang kita tangani, promosi, juga mengatur kerjasama tim terapis dengan sekolah. Sampai sekarang alhamdulillah total ada 3 sekolah yang beke...

Amatir

  Baru-baru ini lagi trending drama korea "Resident Playbook", dimana cast  utama nya adalah para dokter residen di tahun pertama dengan berbagai huru-haranya. Empat karakter dokter ala Gen Z yang bekerja hampir setiap hari dibawah tekanan para dokter senior, mengingatkan aku waktu masih jadi mahasiswa praktek komprehensif dan tahun pertama kerja di instansi rumah sakit. Pikiranku waktu pertama kali bertemu pasien adalah, Aku harus mulai dari mana ya? Begitu nggak tahu apa-apanya aku waktu hands on pertama kali dengan pasien, langsung di tegur kepala ruangan juga senior begitu selesai.  "Cara kamu komunikasi sama pasien jangan begitu, kurangi kata-kata "Oke" ke pasien yang lebih tua, nggak etis tau." "Kamu harusnya perkenalkan diri dulu, jangan langsung tanya keluhan, gitu aja kok nggak ngerti, sih." Dulu, aku juga merasa sebal karena selalu disalahkan, dikit-dikit jangan, dikit-dikit nggak boleh. Belum lagi di salah satu rumah sakit yang terken...

Barangkali, Ini Baik Untukmu #bijakbestari

Setiap badai yang hadir menerjang kehidupan pasti ada hikmah yang bisa kita petik. Masalah-masalah yang muncul tak serta merta datang bukanlah tanpa alasan. Mungkin kita tidak tahu apa maksud dibalik adanya masalah ini, namun, barangkali, ini baik untuk kita. Itulah sebabnya Allah membatasi perihal gaib pada kehidupan manusia. Kita senantiasa 'dipaksa' hanya untuk berprasangka baik kepada Allah. Sulit? Jelas, kita hanyalah manusia yang akal dan daya jangkau waktunya terbatas. Kita maunya cepat rampung, namun hanya bisa memprediksi, mengira-ngira, merasakan sesuatu yang belum tentu itu yang terjadi. Bisa jadi kita membenci sesuatu yang ternyata baik untuk kita, sebaliknya, boleh jadi kita mencintai sesuatu yang ternyata buruk buat kita. Kita nggak pernah tahu hal-hal itu. Lalu, bagimana dengan kalimat, "Allah sesuai dengan prasangka hambaNya?" Ini juga benar. Prasangka adalah sesuatu yang selama ini kita pikirkan sadar ataupun tanpa sadar dan bisa saja di tengah-tenga...

Kembali Pulang

Salam, Teman. Alhamdulillah, aku bersyukur sekali Allah masih izinkan untuk menulis disini lagi. Setelah berlalu bulan atau tahun aku mencoba berbagai platform menulis, tetap aku selalu bisa lepas menulis hanya disini. Mungkin karena usianya? Mungkin karena banyaknya memori rasa? Beruntung aku memulainya dari sini, dari Salsa yang masih polos dengan dunia, sampai sekarang yang sudah merasakan getar getirnya, pahit manisnya, segala ujian dan nikmat, semuanya ternyata membuatku menjadi manusia yang utuh.  Aku kembali pulang kesini, karena ada yang sedang ingin ku hidupkan kembali, yaitu hati. Berbagai percobaan menulis, menyampaikan pesan, berkisah, bernarasi, namun yang aku rasakan hanyalah permintaan untuk dipuji dan dikenal, pun dibalik itu ternyata aku hanya menginginkan pendapatan dari sesuatu yang aku sukai. Aku mengotori kejernihan ungkapan hati. Dan, aku malu dengan sikapku sendiri. Aku memulai tahun 2025 untuk kembali. Qadarullah, akun instagram milikku terkena b...

Belajar Berqurban, Belajar Pengorbanan

Assalamu'alaykumđź‘‹ Kawan, gimana kabarnya hati ini? Eh, hari ini maksudnya, hehe, sehat-sehat yaa. Semoga dengan mendekatinya hari raya Idul Adha, Allah mampukan kita untuk belajar berqurban di tahun ini. Yang lagi nabung? Bagus banget, InsyaAllah niatnya sudah tercatat sampai pada tahun berikutnya. Semangatt. Nah, ngomong-ngomong tentang Qurban, kali ini aku dapet insight menarik dari salah satu Ustadz yang expert banget membahas Idul Adha dan Idul Qurban. Sebenernya apa sih Idul Adha itu? Qurban itu apa dan bagaimana sih? Yuk kita bahas bareng-bareng. Idul Adha itu adalah hari raya qurban. Kata "Adha" sendiri memang artinya adalah qurban. Yang menarik, di dalam surat Al-Kautsar itu disebutkan kata "Nahr" dari ayat ke 3 " Fasholli li rabbika wanhar ", artinya juga qurban. Nah ada juga yang menyebutkan bahwa Idul Adha juga bisa disebut dengan "Id An Nahr" atau hari qurban/penyembelihan. Tapi, di dalam bahasa arab ternyata antara kata "...

Tutur Tinular by #YukNgajiId

Assalamu'alaykum, temen-temen semuaaa. Alhamdulillah, hari ini aku lagi sueneenggg puoll karena akhirnya, setelah sekian purnama pengen ikutan acara-acaranya YukNgaji, kemaren-kemaren juga baru bisa nonton youtube nya aja, untuk pertama kalinya bisa ikutan langsung di tempat. Yeayy. Acaranya di adakan di tempat yang klasik banget, De Tjolomadoe, Solo, Jawa Tengah. Jadi aku sebetulnya cukup effort juga karena dari pagi-pagi udah beberes rumah dan prepare biar bisa gass nguengg naik mobil dari Jogja ke Solo. Kenapa ga naik kereta?? Tadinya punya rencana mau KRL-an sendiri kesana tapii karena sedulur podo melu   pak mlaku-mlaku   nang Solo buat  healing ya nggak jadi. Hehehe. Tema acara kali ini adalah tentang #SudutPandang, nah karena tim YN lagi ke kota Solo, maka dirancanglah tajuknya berjudul bahasa Jawa "Tutur Tinular" yang artinya semacam petuah atau nasihat yang bisa ditularkan ke orang banyak . Dan tema hari ini diturunkan ke subtema yang ...