Langsung ke konten utama

Chit Chat Di Tengah Me(nunggu) Cuci Motor


Halo guys, gimana kabar kalian? Semoga sehat ya.

Soalnya sekarang lagi musimnya pada flu, batuk pilek, demam, apalagi covid 19 juga belum hengkang dari sini, terus ada varian omicron yang baru2 ini marak di tengah-tengah masyarakat. Mari kita berdoa sama sama biar semuanya bisa cepat pulih kembali. Aamiin.

Eiya, udah ganti ke tahun 2022 aja ya. Hehehe sorry baru di bulan Februari bisa nulis2 disini lagi. Jadi, ada wishlist apa aja yang udah ditulis untuk tahun ini? Apa aja yang pengen dibenahi di tahun ini? Atau mungkin akankah ada kejutan tak terduga di tahun ini? Karena baru aja di bulan lalu temen gue ada yang udah melanggengkan i'tikad terbaik seumur hidupnya, menikah. Rasanya kayak baru kemarin kita mikirin nanti siapa duluan yang bakal married, ternyata dia mendahului kita semua wkwk.

Alhamdulillah wa Baarakallahu lakuma. 

Enaknya sih punya temen yang udah nikah jadi ada yang bisa di interogasi dan di curhatin masalah pergolakkan hati mwehehe iya nggak sih, karena udah ada yang paham banget lika-liku dan prosesnya juga, kan. Bisa ngasih solusi yang baik juga buat permasalahan pernikahan yang mungkin lagi kita uneg-uneg in. 

Ngomong-ngomong soal nikah, kayaknya gue baru ceplas ceplos bahas itu sekarang ya. Entahlah, tahun lalu kayaknya kalo bahas nikah masih aneh dan ambigu, kayak masih jauh banget dari pikiran, apa karena sekarang udah mulai berseliweran undangan dari temen-temen yang satu angkatan kelahiran, dan gue masih setia menunggu hilal itu datang di waktu yang terbaik? Hihihi

Tapi, baru juga gue kepikiran di tahun ini, ternyata emang nggak ada salahnya kok belajar persoalan pernikahan sejak dini, bahkan sekalian belajar parenting pun it's okay pake banget. Toh ini juga bisa disambi dengan pekerjaan atau sekolah yang lain, dan nggak begitu menguras pikiran *menguras perasaan iya wkwk nggak deng canda. Lebih baik duluan cari tahu daripada telat apalagi nggak sama sekali, iya nggak?

Maksudnya adalah, daripada misuh-misuh sibuk mikirin 'giliran gue kapan ya', mending pelajarin ilmunya dulu, kan, mumpung masih punya banyak kesempatan. Karena menikah itu menurut gue nantinya akan mengizinkan orang baru untuk masuk di kehidupan gue yang disitu gue harus kelola dengan baik emosional, akhlaq, dan time management buat kedepannya, biar nggak saling kikuk juga, nah ini perlu banget pake ilmu, dan belajar adalah satu-satunya cara untuk mendapatkannya. Belum lagi soal fiqihnya, cara mengeksekusi visi misi, perumah tanggaan, finansial, merawat anak, masih banyak banget dan gue prediksi akan lebih lebih dan lebih banyak lagi dari ini.

Adapun gue yang masih amat sangat fakir ilmu ini, dan kurangnya satu pondasi penguat pundak gue, maka amatlah perlu dan butuh belajar dari nol masalah nikah. Nah, kabar baiknya ternyata sekarang ada banyak banget kelas buat khalayak yang mau mempersiapkan pernikahan. Bisa online pula enak banget. Saran gue sih buat gue sendiri dan kalian yang masih jombs, mengikutinya sampai paham adalah kewajiban wkwk.

Dan, ini jadi salah satu agenda gue kedepannya, alhamdulillah, Allah masih ngasih gue kesempatan buat belajar perihal ini lebih baik. Seenggaknya, biar gue nggak kaget dan lebih siap dengan kejutan tak terduga nantinya hehehe.

Motor udah selesai di cuci, persoalan persiapan nikah yang entah kapan datangnya juga udah sedikit di bahas disini, and it's time to say good bye👋

-cucian motor deket SPBU, di sore yang hangat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi novel "Sang Pangeran dan Janissary Terakhir"

Novel fiksi-sejarah buah karya Ustadz Salim A.Fillah dengan 631 halaman ini menceritakan sebuah perang paling berdarah di Nusantara yang terjadi berturut-turut pada tahun 1825-1830 M, ialah Perang Sabil atau sering disebut Perang Diponegoro. Awal tercetusnya Perang Sabil ini terjadi pada hari Rabu, 5 Dzulhijjah 1240 Hijriah, oleh pasukan Hussar Kavaleri Belanda yang menyerang Puri Tegalrejo, sebuah pendapa kediaman Sultan Kanjeng Pangeran Diponegoro. Kejadian perang tersebut berhubungan dengan perintah Daulah Utsmani Turki yang menyarankan agar orang timur yang melanjutkan perjuangan jihad melawan kaum kafir Eropa yang sedang menjajah. Orang timur yang dimaksud ialah Nusantara. Juga dikarenakan hutang sejarah yang dimiliki oleh Kesultanan Turki Utsmani kepada Nusantara yakni mengenai perdagangan rempah oleh Pasar Konstantinopel yang terbilang lebih mahal dibandingkan langsung dari pusatnya negeri rempah-rempah. Selain rempah, semangat orang Eropa untuk menyebarkan agama Kristen yang da...

Setelah 5 Tahun Berjuang, Apa Selanjutnya? JejakFisio#3

Aku memulai tulisan ini dengan, Selamat, Salsa sudah bertahan🫵 Jujur aja, lima tahun ini aku sangat tidak berekspektasi akan bertahan di Fisioterapi. Sambil menyelam minum air, aku bekerja sebagai Fisioterapis yang juga sambil memantau pendidikan adik2. Pagi sampai siang praktek, sore sampai malam jemput sekolah dan nge-tutor tugas ujian sekolah dua adik, begitu selama 5 tahun, and it's truly hard. Otakku ngebul, badanku remuk. Belum lagi, sangat diluar ekspektasi, tiba2 aku dipilih untuk me -manage tim terapis di klinik, atau aku sebut saja Apotek. Iya, aku bekerja selama 4 tahun ini (diluar 1 tahun visit) di salah satu Apotek yang perkembangannya sebenernya udah bisa dibilang kayak klinik. Tim ku, Fisioterapis, Okupasi Terapis, dan Akupunkturis, dimana aku ketua tim padahal aku baru lulusan D3. Aku harus memantau kondisi pasien yang kita tangani, promosi, juga mengatur kerjasama tim terapis dengan sekolah. Sampai sekarang alhamdulillah total ada 3 sekolah yang beke...

Amatir

  Baru-baru ini lagi trending drama korea "Resident Playbook", dimana cast  utama nya adalah para dokter residen di tahun pertama dengan berbagai huru-haranya. Empat karakter dokter ala Gen Z yang bekerja hampir setiap hari dibawah tekanan para dokter senior, mengingatkan aku waktu masih jadi mahasiswa praktek komprehensif dan tahun pertama kerja di instansi rumah sakit. Pikiranku waktu pertama kali bertemu pasien adalah, Aku harus mulai dari mana ya? Begitu nggak tahu apa-apanya aku waktu hands on pertama kali dengan pasien, langsung di tegur kepala ruangan juga senior begitu selesai.  "Cara kamu komunikasi sama pasien jangan begitu, kurangi kata-kata "Oke" ke pasien yang lebih tua, nggak etis tau." "Kamu harusnya perkenalkan diri dulu, jangan langsung tanya keluhan, gitu aja kok nggak ngerti, sih." Dulu, aku juga merasa sebal karena selalu disalahkan, dikit-dikit jangan, dikit-dikit nggak boleh. Belum lagi di salah satu rumah sakit yang terken...