Langsung ke konten utama

Begini...




Oh hai teman. Hehehe udah lama ya aku nggak nulis lagi. Sebenernya tahun ini aku lagi pusing - pusingnya nyusun skrip, eeh bukaan nyusun karya tulis ilmiah akhir. Yah menurutku sama aja sih kayak skripsi juga karena aku kuliah D3 jadi namanya bisa disingkat KTIA. Kira - kira begitulah ya. Oiya ngomong - ngomong kuliah D3, disini aku mau bahas dikit ah tentang itu. Berhubung aku merasakan sendiri kuliah D3 jadi aku ceritain deh. D3 itu kan yah bisa dibilang diploma, vokasi, atau yang lebih diketahui masyarakat pada umumnya itu 'keahlian'. Waw keren juga ya kalo disebut 'keahlian'. Emang bener kok, kalo kata abi ku D3 itu kuliah yang dilakoni orang - orang biar bisa ahli dalam bidangnya, apapun itu. Voila! Tapi eh tetapi, banyak banget banget banget yang masih menganggap "Yailah lulusan D3 mau jadi apa ntar, udah lanjut aja sih sarjana. Kalo bisa sampe magister atau doktor lah". Hehehe udah biasa kan ya denger yang kayak begitu. Apalagi aku. Udah SMP - SMA pesantren, kuliahnya cuma D3, Mau jadi apasih aku ini. Duh duh duh *kata orang yang nggak ngerti atau nggak paham mah gitu.

Begini begini saudara saudariku yang dirahmati Allah SWT, jadi kalo kamu kuliah D3 dan kamu juga punya pengalaman kayak yg udah aku singgung diatas, kamu nggak usah khawatir, muram, sedih, galau, baper, gegana hehe. Kamu ngerasain sendiri kan sama aja kuliahnya kayak sarjana, bedanya ya kuliahnya ekstra cepet, tiga tahun mau gamau kelar maksimal lima tahun kalo nggak lulus - lulus ya DO *seenak itu para dosen yang mulia ngomong :v Kamu bisa ceritain, jelasin, deskripsikan sedetail - detailnya kuliah D3 mu itu gimana ke orang yang bilang kayak gitu ke kamu karena mereka emang ngga ngerti wong mereka nggak ngerasain kok ya ndak. Kalo kamu ada keinginan "Ah ntar abis kuliah D3 mau ambil profesi" atau "Ah ntar selesai kuliah D3 mau memperdalam ilmu X dari seminar atau kursus aja" ya monggo itu semua pilihan kalian kawanku tersayang. Yang penting, semua ilmu yang kita dapetin mau dari D3 kek, D4 kek, Sarjana kek ya harus yang bermanfaat dong buat diri sendiri ataupun orang lain dan di PRACTICE kan :)

Kenapa kata PRACTICE aku italic trus di bold hehehe biar ngena buat kita yang baca. Terutama buat aku sendiri yang kebetulan sekali aku kuliah D3 yang diharuskan memahami dan menguasai ilmu praktik untuk nyembuhin bahkan sampe recovery fungsi manusia, hayolo kuliah apaan tuh wkwk ntarlah aku ceritain lain kali. Nah mau gamau tindakan dari mulut, tangan sama sikapku ini penting aku tunjukkan dengan baik dan efisien untuk keberlangsungan hidup manusia tho, dan harus mau kalo nggak ya ntar aku malpraktek dong trus harga diri aku dihina trus aku dimarahin atasan trus aku masuk berita "Seorang tenaga kesehatan melakukan malpraktek karena salah memberikan tindakan penyembuhan hingga pasien hampir terbakar tangannya, pasien menuntut kepada pihak rumah sakit..." Tuh kan ya ampun malu dong :(

Nggak cuma buat aku, ini buat semuanya yang kuliah terutama di dunia tenaga kesehatan wajib hukumnya fardhu 'ain untuk menguasai ilmu praktik klean dan nggak cuma D3, S1, S2, S3 juga wajib hukumnya karena objek atau sasaran kita ya sama kayak kita tho , makhluk hidup bukan benda mati yang nggak bisa main2 yang salah dikit doang nuntutnyaa sampe tujuh turunan dituntut semua ehehehe.. canda kok.. makannya teman - temanku yang baik budiman camkan itu.

Oke balik lagi ke kuliah 'keahlian'. Trus misal ada yang nanya "Berarti kita yang S1 ga perlu ahli banget dong ya kan kita bukan 'keahlian' kuliahnya?" hadeuh hadeuh udah empat sampe lima tahun kuliah yakin gapunya keahlian, situ kuliah ngapain aja woy mau sampe tujuh tahun kuliah hah kapan banggain orangtua mu, gantiin orangtuamu nyari duit, ngasih nafkah buat orangtua gantian dong udah gede masih aja disuapin. 'Keahlian' ini bukan cuma disandang sama yang kuliah D3 aja tong, semua bagi yang pernah kuliah ya seharusnya punya keahlian di bidangnya masing - masing. Kalo nggak punya keahlian ya kapan mandirinya. Sapaan 'keahlian' buat D3 kan karena kuliah D3 banyak prakteknya dibanding teorinya, kebalikan dengan Sarjana yang banyak teori dibanding prakteknya, tapi ya tetep aja tho butuh keahlian juga kalo udah lulus kuliah biar bisa kerja. Dan menurutku belajar dengan metode praktek itu lebih nyangkut di otak lho ketimbang cuma ditulis di kertas abis itu kertasnya ilang gatau kemana hehehehe siapa nih yang sering begini *aku juga sering kok :v

Oleh karenanya teman - temanku yang baik hati dan tidak sombong, kuliah D3 menurutku adalah suatu keberuntungan, kenapa? Pertama, kalo kamu kuliah di negeri bayarannya cukup murah. Kedua, kuliahnya banyak prakteknya jadi ga bikin bosen apalagi ngantuk di kelas huehehe. Ketiga, banyak lapangan kerja yang butuh lulusan D3 jadi gampang nyari kerja. Keempat, ya kalo mau lanjut kuliah lagi gampang tinggal lanjut jika ada rezeki lebih...aamiin dah pokoknya banyak banget deh plus nya tapiiii tetep ada minus nya kalo menurutku emang jadi terbatas buat ngikut2 organisasi atau ukm yang ada di kampus karena sibuk nugas dan 'nguli'ah hehe ya nggak tapi nggak masalah kok, seenggaknya satu atau dua organisasi internal kamu masih bisa ikut kan XD yang penting tujuan ngampus kan buat 'nguli'ah. Begitu teman - teman.


Mendekati waktu Ashar bagi Jakarta dan sekitarnya
15.12 WIB


~curhatan manusia yang pernah bercita - cita jadi dokter anak~





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Barangkali, Ini Baik Untukmu #bijakbestari

Setiap badai yang hadir menerjang kehidupan pasti ada hikmah yang bisa kita petik. Masalah-masalah yang muncul tak serta merta datang bukanlah tanpa alasan. Mungkin kita tidak tahu apa maksud dibalik adanya masalah ini, namun, barangkali, ini baik untuk kita. Itulah sebabnya Allah membatasi perihal gaib pada kehidupan manusia. Kita senantiasa 'dipaksa' hanya untuk berprasangka baik kepada Allah. Sulit? Jelas, kita hanyalah manusia yang akal dan daya jangkau waktunya terbatas. Kita maunya cepat rampung, namun hanya bisa memprediksi, mengira-ngira, merasakan sesuatu yang belum tentu itu yang terjadi. Bisa jadi kita membenci sesuatu yang ternyata baik untuk kita, sebaliknya, boleh jadi kita mencintai sesuatu yang ternyata buruk buat kita. Kita nggak pernah tahu hal-hal itu. Lalu, bagimana dengan kalimat, "Allah sesuai dengan prasangka hambaNya?" Ini juga benar. Prasangka adalah sesuatu yang selama ini kita pikirkan sadar ataupun tanpa sadar dan bisa saja di tengah-tenga...

Resensi novel "Sang Pangeran dan Janissary Terakhir"

Novel fiksi-sejarah buah karya Ustadz Salim A.Fillah dengan 631 halaman ini menceritakan sebuah perang paling berdarah di Nusantara yang terjadi berturut-turut pada tahun 1825-1830 M, ialah Perang Sabil atau sering disebut Perang Diponegoro. Awal tercetusnya Perang Sabil ini terjadi pada hari Rabu, 5 Dzulhijjah 1240 Hijriah, oleh pasukan Hussar Kavaleri Belanda yang menyerang Puri Tegalrejo, sebuah pendapa kediaman Sultan Kanjeng Pangeran Diponegoro. Kejadian perang tersebut berhubungan dengan perintah Daulah Utsmani Turki yang menyarankan agar orang timur yang melanjutkan perjuangan jihad melawan kaum kafir Eropa yang sedang menjajah. Orang timur yang dimaksud ialah Nusantara. Juga dikarenakan hutang sejarah yang dimiliki oleh Kesultanan Turki Utsmani kepada Nusantara yakni mengenai perdagangan rempah oleh Pasar Konstantinopel yang terbilang lebih mahal dibandingkan langsung dari pusatnya negeri rempah-rempah. Selain rempah, semangat orang Eropa untuk menyebarkan agama Kristen yang da...

Setelah 5 Tahun Berjuang, Apa Selanjutnya? JejakFisio#3

Aku memulai tulisan ini dengan, Selamat, Salsa sudah bertahan🫵 Jujur aja, lima tahun ini aku sangat tidak berekspektasi akan bertahan di Fisioterapi. Sambil menyelam minum air, aku bekerja sebagai Fisioterapis yang juga sambil memantau pendidikan adik2. Pagi sampai siang praktek, sore sampai malam jemput sekolah dan nge-tutor tugas ujian sekolah dua adik, begitu selama 5 tahun, and it's truly hard. Otakku ngebul, badanku remuk. Belum lagi, sangat diluar ekspektasi, tiba2 aku dipilih untuk me -manage tim terapis di klinik, atau aku sebut saja Apotek. Iya, aku bekerja selama 4 tahun ini (diluar 1 tahun visit) di salah satu Apotek yang perkembangannya sebenernya udah bisa dibilang kayak klinik. Tim ku, Fisioterapis, Okupasi Terapis, dan Akupunkturis, dimana aku ketua tim padahal aku baru lulusan D3. Aku harus memantau kondisi pasien yang kita tangani, promosi, juga mengatur kerjasama tim terapis dengan sekolah. Sampai sekarang alhamdulillah total ada 3 sekolah yang beke...